Berdansa dengan Raksasa Bawah Laut Perairan Nabire

Hiu paus di Perairan Nabire (Yakub Hari Kristianto/ ACI)

Hiu paus di Perairan Nabire (Yakub Hari Kristianto/ ACI)
Foto Selengkapnya:

Jika menyelam di perairan Nabire, Papua, jangan kaget bila ada sesosok raksasa menghampiri Anda. Ialah ikan terbesar di dunia, whale shark alias hiu paus. Terlepas dari tubuh yang mahabesar, ikan ini punya pribadi jenaka pun bersahabat.

Puluhan tahun lalu, warga Nabire sempat panik karena banyaknya ‘mahluk raksasa’ yang ada di sekitar Teluk Cendrawasih. Tanpa mengetahui jenis ikan itu, mereka memberi nama sang raksasa ‘Gurano’ atau ‘Hiniotanibre’. Dulu, ikan ini dianggap sebagai ancaman karena dipercaya membawa sial bagi masyarakat setempat.

Namun seiring berjalannya waktu, terkuaklah perairan Nabire sebagai habitat hiu paus. Sekarang diketahui pula, ada sekitar 100 ekor hiu paus yang melanglangbuana di sini. Panjang tubuhnya bisa sampai 13 meter, dan beratnya mencapai 15 ton. Bayangkan saja ada ikan seukuran bus besar datang menghampiri Anda!

Hiu paus yang hidup di perairan Nabire punya keunikan sendiri. Spesies ini seharusnya individualis, tapi di Nabire, mereka hidup berkelompok. Sekali muncul, Anda akan dikepung oleh tiga hingga enam ekor sekaligus!

Jangan takut dulu. Di balik tubuhnya yang bongsor itu, hiu paus punya pribadi yang jenaka. Mereka terkenal sangat jinak, dan senang berdansa dengan para penyelam. Ya, berdansa! Berenang bersama dan meliuk di antara birunya lautan.

Bagian bawah tubuhnya berwarna putih susu, sementara bagian atasnya berwarna hitam polkadot putih dan abu-abu. Mulutnya lebar, jika dilihat dari depan mereka tampak menyeringai pada siapa pun di hadapan. Jangan pula kaget bila mereka tiba-tiba ‘mangap’, karena rongga mulutnya sangat besar. Walau begitu, mulutnya ompong alias tak ada giginya!

Lucu ya, ikan sebesar ini rupanya bukan karnivora. Dengan tubuh sebesar itu, mereka hanya makan ikan-ikan kecil dan plankton yang banyak tersedia di perairan jernih Nabire. Salah satu ikan kesukaan mereka adalah ikan puri (sejenis teri), yang biasa mereka dapatkan dari rumah terapung para nelayan alias ‘bagan’.

Banyak bagan terletak di Tanjung Kwatisore, yang sekaligus menjadi tujuan para hiu paus mencari makan. Para nelayan setempat senantiasa memberi mereka ikan puri, yang memang tak bernilai ekonomis sama sekali. Oleh karena itu, tanpa menyelam pun, Anda sudah bisa melihat para raksasa ini naik ke permukaan air dan menyedot puluhan ikan puri sekaligus!

Untuk menyelam dan bertemu langsung dengan raksasa jinak ini, Anda bisa menyewa kapal nelayan yang ada di sekitar Pantai Maf di Nabire. Karena kejenakaannya, tak heran para diver datang dari seluruh penjuru bumi untuk bertemu mereka.

Berminat jadi teman dansa sang raksasa?

Oleh: Sri Anindiati Nursastri|Senin, 23/04/2012 07:26:00 WIB|traveldetik.com

← Next post Previous post →
admin tagged this post with: , Read 107 articles by

Reservasi Tiket

ChitChat

Reservasi Hotel dan Tiket Kereta

reservasi-tiket-pesawat reservasi-tiket-pesawat

Jadwal Penerbangan