Merpati Airlines

Sekilas Merpati Airlines

Merpati Nusantara Airlines merupakan karya bangsa yang dibesarkan dalam lingkungan budaya dan bahasa yang beraneka ragam. Semuanya menjadi tempaan bagi Merpati untuk tumbuh semakin dewasa. Sejak berdirinya hingga kini, Merpati selalu berusaha berbenah diri dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara, sekaligus membangun citra dunia penerbangan di Tanah Air. Komitmen untuk selalu menjadi yang terdepan dalam jajaran maskapai penerbangan nasional bukanlah angan-angan belaka. Tonggak telah dipancangkan, dan bendera sudah dikibarkan. Dengan tetap menjunjung tinggi identitas bangsa, Merpati melaju di era yang kini semakin terbuka.

merpati-airlines

Berbagai upaya dan strategi telah dan sedang digalakkan untuk mendukung komitmen tersebut, diantaranya adalah program restrukturisasi. Program ini meliputi berbagai peningkatan di bidang kemampuan perolehan laba, efesiensi dan efektivitas, kualitas sumber daya manusia, serta daya saing yang berkesinambungan.

Sebagai anak bangsa, Merpati mempersembahkan yang terbaik bagi negerinya yang tercinta.

Sejarah Singkat

Awal November 1958, Perdana Menteri Indonesia Ir. H. Djuanda secara resmi membuka Jembatan Udara Kalimantan, yang menghubungkan daerah-daerah terpencil di Kalimantan, dimana moda transportasi lain sangat sulit dipergunakan. Tugas yang dipercayakan kepada Angkatan Udara Republik Indonesia untuk mengembangkan Jembatan Udara itu, berhasil mencapai kemajuan dalam sejarah perkembangan perusahaan angkutan udara nasional. Sebagai perkembangan yang berikut, berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 19 tahun 1962, maka pada tanggal 6 September 1962, ditetapkan pendirian Perusahaan Negara Merpati Nusantara yang bertugas menyelenggarakan perhubungan udara di daerah-daerah dan penerbangan serba guna serta memajukan segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan udara dalam arti kata yang seluas-luasnya.

Aset pertama perusahaan terdiri dari : 4 pesawat De Havilland Otter DHC-3, dan 2 Dakota DC-3 milik AURI. Tugas operasinya yang pertama ialah menghubungkan Jakarta dengan Banjarmasin, Pangkalanbun, dan Sampit, serta Jakarta-Pontianak.

Tahun 1963, ketika Irian Barat pindah dari tangan Belanda ke Pemerintah Indonesia, NV De Kroonduif, yaitu Perusahaan Penerbangan Belanda di Irian Barat diserahkan kepada GIA, termasuk 6 pesawat yang terdiri dari 3 Dakota DC-3, 2 Twin Pioneer dan 1 Beaver. Karena Garuda memusatkan perhatiannya pada pengembangan usahanya sebagai flag carrier, diberikannya semua konsesi penerbangan di Irian Barat dan fasilitas teknisnya kepada Merpati.

Tahun 1963 Merpati memperluas jaringan operasinya dengan menghubungkan Jakarta-Semarang, Jakarta-Tanjung Karang, dan Palangkaraya-Balikpapan, dan membuka juga rute-rute baru di Irian Barat.

Pada tahun 1966 armada Merpati diperkuat dengna 3 Dornier DO-28 dan 6 Pilatus Porter PC-6, sehingga armadanya berjumlah 15 pesawat yang beroperasi secara efektif didukung oleh 600 karyawan. Daerah operasi pun diperluas sehingga meliputi Jawa, Kalimantan, Sumatera Selatan, Nusa Tenggara Barat dan Irian Jaya.

Tahun 1969 Merpati dibagi dalam 2 daerah operasi, yakni Operasi MIB (Merpati Irian Barat) dan MOB (Merpati Operasi Barat), yang mencakup Jawa, Kalimantan, Surabaya, Sulawesi dan Nusa Tenggara. Pembagian ke dalam daerah-daerah itu bertujuan untuk memajukan operasi, administrasi, dan pengawasan. Sejalan dengan perkembangan dalam kegiatan dan fungsinya, Merpati kemudian mengubah namanya menjadi Merpati Nusantara Airlines, dan sejak itu MNA terkenal di kalangan masyarakat.

Untuk membantu pemerintah melangsungkan Pepera (Penentuan Pendapat Rakyat) tahu 1969 sampai di daerah-daerah tepencil yang sulit dicapai dengan moda transportasi lain, khususnya di Irian Jaya, Merpati secara aktif berpartisipasi dengan mengantarkan segala material dan personel pemilu dengan pesawatnya.

Di tahun 1970 Merpati sudah mampu mengembangkan operasinya dengan menerbangi rute-rute jarak pendek (feeder line operation), khususnya sejak pesawat HS-748 bergabung dengan armadanya. Perluasan operasi itu dapat berhasil berkat penerapan program yang tepat, dan adanya perkembangan organisasi serta manajemen yang tangguh.

Penerbangan Perintis

Pada tahun 1974 Penerbangan Perintis yang disubsidi pemerintah secara resmi diserahkan kepada Merpati untuk mendukung sektor transportasi, khususnya sub sektor transportasi udara yang mempunyai peran penting dalam mempertahankan kemajuan nasional.

Tujuan penerbangan perintis ialah :

- Membuka isolasi ke daerah-daerah yang terpencil dan juga menghubungkan kota-kota yang sulit

dicapai dengan moda transporatsi lain

- Melancarkan kegiatan administrasi.

- Membantu mewujudkan wawasan Nusantara dibidang politik, ekonomi, budaya dan sosial.

Menjadi Perusahaan Perseroan Terbatas (persero)

Dengan suksesnya perluasan jaringan transportasi udara, Merpati membuktikan prestasinya dalam memberikan dampak positif kepada perkembangan nasional. Berkat prestasi itu, pemerintah menaruh kepercayaan kepada Merpati, dan berdasarkan Peraturan Pemerintah No.70 tahun 1971, status Merpati dialihkan dari Perusahaan Negara (PN) menjadi Persero, yakni PT. Merpati Nusantara Airlines, sehingga memberi kesempatan yang lebih baik kepada Merpati untuk menerapkan program-programnya.

Dalam rangka mendukung pengoperasian armadanya, Merpati membangun berbagai fasilitas di banyak daerah seperti fasilitas Perawatan Pesawat / Hanggar di Ujungpandang dan Manado serta sistem komunikasi SSB. Tahun 1975-1977, Merpati melancarkan operasi berskala lebih besar dengan mengambil bagian dalam Penerbangan Haji dan Penerbangan Transmigrasi. Pada tahun 1976, Merpati membantu pengembangan pariwisata, dengan melakukan Penerbangan Borongan Internasional (Charter Flight), misalnya Manila-Denpasar VV dengan memakai pesawat BAC-111. Juga Los Angeles-Denpasar VV dengan memakai Boeing 707, kedua rute tersebut dihentikan tahun 1978.

Peraturan Pemerintah (PP) No.30/1978

Menyadari betapa pentingnya peran sektor transportasi dalam melaksanakan program perkembangna yang akan datang. Pemerintah memutuskan untuk memindahkan Penguasaan Modal Negara Republik Indonesia dalam PT. Merpati Nusantara Airlines ke PT. Garuda Indonesian Airways. Dengan tindakan itu, sesuai ketentuan dalam Peraturan Pemerintah (PP) No.30/1078, Merpati diserahi tugas-tugas berikut :

- Melayani Penerbangan Perintis.

- Melayani Penerbangan Lintas Batas

- Melayani Penerbangan Transmigrasi

- Melayani Penerbangan Borongan Domestik

- Dan kegiatan lainnya ditentukan oleh Rapat Umum Pemegang Saham

Visi Perusahaan

Menjadi Airlines Pilihan Utama Di Indonesia

Misi Perusahaan

Menyelenggarakan jasa angkutan udara yang mengutamakan keselamatan, ketepatan waktu dan pelayanan yang prima dengan sentuhan keramah-tamahan.

Memaksimalkan pertumbuhan nilai Perusahaan, efisien dan mensejahterakan pegawai sesuai standar airline.

Menjadikan Perusahaan sebagai centre of execellence dan mitra yang dipercaya.

Memaksimalkan nilai perusahaan dengan menerapkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance, yaitu : TARIF
(Tranparancy,Accountabillity, Responsibility, Independent, dan Fairness)

merpati.co.id

← Next post Previous post →
admin tagged this post with: Read 111 articles by

Reservasi Tiket

ChitChat