Taman Nasional Komodo

Labuan Bajo adalah kota kecil yang terletak di tanah Flores, Nusa Tenggara Timur. Sejak diresmikannya pulau Komodo sebagai World Heritage Site oleh UNESCO, kota kecil ini menjadi gerbang menuju ke kepulauan Komodo, rumah bagi hewan yang unik hanya terdapat di Indonesia, yaitu Komodo (Varanus Komodoensis).

Taman Nasional Komodo

Untuk melihat komodo, biasanya terdapat daily tour yang menyuguhkan round trip di Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo, biasanya turis akan dibawa ke pulau Rinca atau ke pulau Komodo. Pada dasaranya kedua pulau itu merupakan pulau dimana populasi Komodo cukup banyak. Tetapi perbedannya adalah komodo yang terdapat di pulau Komodo adalah komodo dewasa yang sudah tidak seagresif komodo muda yang masih terdapat di pulau Rinca.

Komodo sendiri merupakan binatang langka dan hanya dapat ditemukan di daerah pulau Komodo dan Rinca. Binatang unik ini dapat tumbuh dengan berat sampai 150 kg. Menu makanan komodo adalah bangkai dan rusa hidup. Binatang ini dapat berlari dengan kecepatan 20 km/jam; hampir mustahil bagi manusia untuk dapat menghindar dari serangan Komodo.

Walaupun telah dilengkapi dengan kecepatan dan gigi yang dapat mengoyak rusa dengan mudah, Komodo juga memiliki bakteri yang mematikan pada air liurnya. Jika seekor kerbau tergigit oleh komodo misalnya, maka komodo tersebut akan melepaskan sapi itu yang kemudian akan mati. Setelah itu, barulah komodo akan memangsanya.

WisataLaut

Selain menyaksikan keunikan komodo, turis juga dapat merasakan indahnya dalam laut di kawasan Taman Nasional Komodo. Laut di sekitar kepulauan Komodo merupakan tempat yang sangat indah.

Keindahan dalam laut Komodo dapat terasa dengan mengikuti safari menyelam dengan kapal yang dirancang khusus untuk menyelam. Banyak sudah turis mancanegara yang rela duduk di pesawat selama 20 hingga 30 jam untuk mencapai kepulauan ini.

Para penyelam akan di manjakan dengan keramaian yang sangat jarang di dapat di tempat penyelaman lainnya di Indonesia dan atraksi-atraksi hewan-hewan besar yang cukup di bilang jarang di perairan Indonesia. Contohnya adalah pari manta. Binatang penjelajah lautan ini dapat mencapai ukuran 7 meter dan berbobot 1.3 ton. Walaupun pari manta memiliki ukurannya yang besar, penampilannya cukup jahat dan bersaudara dekat dengan ikan hiu, pari manta pada dasarnya tidak agresif, sangat jinak dan daging manusia tidak terdapat di dalam menu ikan ini. Ikan ini hanya memakan plankton dan udang-udang kecil di laut.

Teks & foto: Fredi Tansari|discoverindo.com

← Next post Previous post →
admin tagged this post with: , Read 107 articles by

Reservasi Tiket

ChitChat

Reservasi Hotel dan Tiket Kereta

reservasi-tiket-pesawat reservasi-tiket-pesawat

Jadwal Penerbangan