Bali: Membuat Siapa Pun Ingin Kembali

Bali, Destinations, Featured, October 14, 2011

Laksana seorang peragawati, pulau ini memiliki tubuh yang sempurna. Apapun yang dikenakannya, ia akan nampak cantik dan anggun. Tak heran bila pulau ini mampu menyita perhatian manusia dari berbagai belahan bumi demi mencicipi segala pesonanya. Sampai detik ini, Bali memang masih menjadi tujuan wisata yang populer di dunia. Jutaan turis, baik dari dalam negeri maupun mancanegara, selalu memadati pulau nan cantik ini setiap tahunnya. Seiring dengan berjalannya waktu dan perubahan jaman, Bali memang ikut berubah. Hal yang paling sederhana misalnya, beberapa tahun yang silam, kita mungkin masih bisa menjelajah Bali dengan nyaman dan lancar. Tapi kini, jalan yang menghubungkan sejumlah kawasan wisata cenderung padat. Walaupun demikian, kondisi itu belum menjadi masalah besar bagi para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Dewata. Selama ini Bali telah dikenal dengan pantai-pantainya yang memesona. Terlebih bagi mereka yang berasal dari negeri seberang. Panorama pantai-pantai Bali yang memikat serta iklim tropis yang dianggap unik, menjadi daya tarik tersendiri. Apa yang dimiliki Bali bukan hanya pantai, pantai dan pantai. Di sana juga ada Ubud yang mengoleksi banyak daya tarik tersendiri, terutama bagi wisatawan yang ingin menemukan suasana tenang atau kaum pencinta seni. Itu bisa dipahami karena nama Ubud telah mendunia dan dikenal gudangnya seniman-seniman Bali dengan karya-karyanya yang khas dan fenomenal. Udara yang segar, suhu yang sejuk, panorama alam pedesaan yang menawan serta suasananya yang tenang menjadi kelebihan Ubud dan memberikan inspirasi bagi para artis. Tak sedikit seniman asing, seperti Antonio Blanco atau Rudolf Bonet, yang akhirnya banyak mencurahkan waktunya dan berkreasi di Ubud sampai akhir hidupnya. Salah satu tempat yang menggambarkan Ubud sebagai jantung kesenian di Bali adalah sebuah bangunan di sebuah dataran tinggi di Campuan, atau yang kemudian dikenal dengan nama Museum Renaissance Blanco (Tel: (0361) 975502; www.blancomuseum.com). Museum Renaissance Blanco awalnya adalah museum pribadi milik Antonio Blanco, pelukis ternama asal Spanyol, yang banyak menghabis waktu sekaligus berkarya di Ubud. Pelukis yang beraliran expressionist-romantic ini telah banyak melahirkan lukisan-lukisan dengan tema wanita dan Bali dan kemudian membuatnya menjadi terkenal di mancanegara. Keunikan sudah mulai nampak dari pintu gerbang masuk museum yang berukuran raksasa. Desainnya yang unik, ternyata terinspirasi dari tanda tangan sang maestro. Sementara, bangunannya yang megah menganut arsitektur perpaduan Eropa dan Bali. Museum ini adalah kehidupan dan mimpi Antonio Blanco, tutur Mario Blanco, putra Antonio Blanco yang kini menjadi pimpinan museum ini. Di dalam museum ini, pengunjung akan disuguhkan puluhan lukisan karya Antonio Blanco, termasuk lukisan Penari Bali serta sejumlah karya yang tergolong masterpiece, yang menggambarkan keindahan dan kekaguman pelukis berjulukan the Dali of Bali itu kepada kaum wanita. Lukisan ini menghiasi dinding di lantai 1 dan 2 museum dan space lainnya. Yang menarik, Antonio Blanco rupanya memiliki selera humor yang tinggi. Hal itu nampak pada sejumlah koleksi non lukisan yang ikut dipamerkan di museum ini. Siapa pun dijamin akan terkejut dan tersenyum, bahkan tertawa, apabila ia benar-benar menikmati karya tersebut. Museum Blanco juga didesain sebagai living museum. Artinya, ada elemen pada museum ini yang masih digunakan atau masih berfungsi sebagaimana dahulu. Salah satu bagian itu adalah studio lukis, yang hingga kini masih digunakan oleh Mario. Di samping lukisan karya Don Antonio Blanco, museum ini juga mempunyai sebuah galeri yang khusus menampilkan lukisan karya Mario Blanco, satu-satunya putra Antonio yang meneruskan bakat sang ayah. Berbeda dengan sang ayah yang lebih banyak mengeskplorasi keindahan sosok kaum hawa, karya-karya Mario lebih menonjolkan obyek-obyek sederhana dan terdapat di sekitar kita, tapi dianggap memiliki makna filosofi kehidupan yang mendalam. Ciri khas lainnya adalah bingkai yang mengemas lukisan juga merupakan bagian dari lukisan dan didesain sendiri oleh sang pelukis, seperti yang nampak pada lukisan yang berjudul Durian. ***** Dari Ubud, saya melanjutkan perjalanan menu sebuah lokasi yang disebut-sebut sebagai representasi masyarakat Bali yang guyub dan, tentunya, memiliki panorama alam yang memikat. Hanya dalam beberapa menit saja dari pusat kota Ubud, kami pun tiba di Tegallalang. Tegallalang merupakan sebuah desa dimana terdapat bentangan persawahan yang bertingkat-tingkat dan tertata rapi. Meluangkan waktu beberapa menit untuk meresapi suasana tempat ini akan membuat mata terasa segar dan hati pun menjadi tenang. Bentangan alam yang demikian ini sesungguhnya tercipta dari sebuah sistim pengarian tradisional di Bali yang dikenal dengan Subak. Dengan sistem ini sawah-sawah akan mendapatkan air secara merata meski berada di lokasi yang kurang menguntungkan. Para wisatawan bisa menikmati panorama Subak di Tegallalang dengan mudah karena panorama ini dapat disaksikan dari jalan raya. Atau bila ingin lebih nyaman, singgah di restoran-restoran dengan ditemani secangkir teh panas atau kopi Bali yang nikmat bisa menjadi opsi yang menarik. ***** Kawasan Bedugul adalah dataran tinggi lain di Bali yang tak kalah menarik. Selain kesejukan alam, tempat ini juga menawarkan panorama pegunungan. Untuk mencapainya pun cukup mudah dan jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 2 jam saja dari Kuta yang riuh. Danau Beratan dan Tamblingan yang terlindung oleh gugusan pegunungan masih menjadi daya tarik utama yang dimiliki kawasan Bedugul. Air danau yang sejuk dan pemandangan sekitarnya yang elok akan memberi kesan yang sulit dilupakan. Anda juga dapat bertualang ke tengah danau dengan menyewa perahu yang banyak tersedia di tepi danau. Bagi masyarakat sekitar, Danau Beratan memiliki nilai yang sakral. Hal itu ditandai dengan adanya Pura Ulun Danu yang berdiri persis di tepi danau. Yang menarik, pura juga ini memiliki terdapat bagian yang dibangun di atas air. Suansananya bertambah cantik dengan adanya taman yang ditumbuhi aneka bunga. Menurut catatan sejarah Bali, Pura Ulun Danu dibangun oleh Raja Mengwi I Gusti Agung Putu sebelum tahun 1634. Pura ini memiliki 4 area penting, yaitu Pura Lingga Petak, Pura Penataran Pucak Mangu, Pura Terate Bang dan Pura Dalem Purwa. Di sinilah para Umat Hindu untuk memuja Dewa Tri Murti, guna memohon anugerah kesuburan, kemakmuran, kesejahteraan dan kelestarian alam semesta. Walaupun sakral, kompleks pura ini tetap terbuka bagi para wisatawan yang ingin menyaksikannya dari jarak yang lebih dekat dan mengenal tradisi umat Hindu Bali lebih mendalam. Pura lain yang tak kalah unik adalah Pura Luhur Uluwatu. Terletak sekitar 30 km di selatan Denpasar, Pura ini memang tidak berdiri di atas air, melainkan bertengger manis di puncak tebing karang yang berdiri kokoh menantang samudra. Menunggu momen terbenamya matahari di area pura ini telah menjadi agenda utama para wisatawan karena di waktu itulah, tempat ini menyajikan kemegahan alam Bali yang tiada bandingannya. Kisah yang berkembang menyebutkan, Pura Uluwatu awalnya digunakan oleh Empu Kuturan, seorang pendeta yang datang ke Bali pada abad ke-11. Di Pura ini juga, Danghyang Nirartha, tokoh pembaharu agama Hindu di Bali, mengakhiri perjalanan sucinya dengan moksah atau ngeluhur. Sampai sekarang Pura Uluwatu masih menjadi tempat suci umat Hindu sekaligus jadi tujuan favorit para wisatawan. Selain menikmati panorama alam, para wisatawan dapat menikmati persembahan atraksi tari Kecak maupun kesenian khas Bali lainnya, yang digelar kelompok kesenian setempat, setiap sore hari. Membahas Bali dengan segala pesonanya memang seolah takkan pernah ada habisnya. Karena yang pasti, Pulau Dewata akan membuat siapapun untuk ingin kembali.
***** Museum & Galeri di Ubud:
Agung Rai Museum of Art Jl. Raya Pengosekan; Tel: 0976659; www.armamuseum.com
Neka Art Museum Jl. Raya Campuhan; Tel: (0361) 975074; www.museumneka.com
Museum Puri Lukisan Jl. Raya Ubud; www.mpl-ubud.com
***** Teks & Foto: Adi Supriyatna

Batavia Air Inflight Magazine

← Next post Previous post →
admin tagged this post with: , Read 107 articles by

Reservasi Tiket

ChitChat

Reservasi Hotel dan Tiket Kereta

reservasi-tiket-pesawat reservasi-tiket-pesawat

Jadwal Penerbangan